Sebelum kejayaan Manchester City dimulai!


Manchester City menjelma sebagai salah satu kekuatan besar setelah mendapat investasi dari Sheikh Mansour pada 2008. Namun, jauh sebelum itu terjadi, Manchester City pernah menjadi tim yoyo yang naik dan turun ke Premier League.

Sejak Sheikh Mansour datang, Manchester City mengumpulkan banyak pemain bintang dengan harga mahal. Hal tersebut membuat prestasi rival sekota Manchester United makin baik setiap musimnya.

Sejauh ini, Sheikh Mansour telah membawa Manchester City meraih empat gelar Premier League. Man City telah menjadi tim yang mapan di Premier League dan menjadi kandidat juara setiap musim. Begitu juga di Piala FA dan Piala Carabao.

Bukan hanya di level domestik, Manchester City juga mulai membangun reputasi di level Eropa. Namun, jauh sebelum cerita manis ini dimulai, Manchester City sempat menjadi pesakitan. Kita ambil contoh di musim 2000/2001.

Manchester City musim 2000 - 2001

Manchester City datang ke Premier League dengan status tim promosi. Pada musim 1999/2000 Manchester City mampu menempati posisi kedua klasemen Divisi Championship. Selain Manchester City, klub promosi lain adalah Charlton Athletic (Juara) dan Ipswich Town (Playoff).

Jangan membandingkan Manchester City pada musim ini dengan Manchester United. Sebab, Setan Merah sedang berjaya bersama Class of 92 racikan Sir Alex Ferguson.

Manchester City kembali ke Premier League setelah empat musim berkutat di kasta lebih rendah.
Manajer Joe Royle mendatangkan sejumlah amunisi baru untuk bisa bersaing di Premier League. Alf-Inge Haaland dibeli dari Leeds United. Lalu, ada nama Paulo Wanchope dan Richard Dunne yang dibeli dengan harga mahal.

Manchester City memulai musim dengan buruk, kalah dengan skor 4-0 dari Charlton Athletic pada pekan pertama. Kekalahan dari sesama klub promosi menjadi pukulan telak bagi klub asuhan Joe Royle.

Namun, City bangkit pada pekan kedua Premier League. Pendukung City di Maine Road tersenyum lebar saat hattrick Paulo Wanchobe membawa City menang dengan skor 4-2 atas Sunderland.

Namun, performa City tidak konsisten pada awal musim. Setelah itu, mereka kalah dari Coventry, membuat kejutan dengan mengalahkan Leeds United di Elland Road, dan kalah dari Liverpool dengan skor 3-2 di Anfield.

Saat kalah melawan Liverpool, salah satu gol City dicetak George Weah. Mantan pemain AC Milan itu total memainkan 11 laga dan mencetak empat gol untuk City. Dia kemudian pindah usai berselisih dengan Joe Royle.

Kemudian City melawat ke markas Arsenal pada pekan ke-11. Dari Highbury inilah awal musim petaka City dimulai. The Citizen kalah dengan skor 5-0 dari Arsenal, dengan Thierry Henry mencetak dua gol untuk timnya.

Kekalahan tersebut membuat mental Man City hancur. Hasilnya, pada lima laga berikutnya, Man City selalu kalah. Mereka menelan enam kekalahan beruntun dan berkutat di papan bawah klasemen.

City sempat bangkit saat menang 5-0 dari Everton di Maine Road pada 9 Desember. Namun, mental tim terlanjur runtuh. Setelah itu, City menjalani 10 laga beruntun tanpa kemenangan.

City akhirnya harus menerima kenyataan pahit pada pekan ke-37. Man City kalah dari Ipswich Town dengan skor 2-1, walau sempat unggul dari gol Shaun Goater. Hasil ini memastikan City terdegradasi ke Championship.

Pada klasemen akhir Premier League, Manchester City hanya mendapatkan 34 poin dan harus puas berada di posisi ke-18. Mereka tertinggal delapan poin dari Derby County yang berada di zona aman dengan 42 poin.

Menurut laporan yang dikutip oleh agen bola terbesar sbobet, selain City, klub yang harus turun ke kasta kedua pada musim 2000/2001 adalah Coventry City dan Bradford City. City memecat Joe Royle yang gagal membawa timnya bertahan di Premier League. Posisinya lantas digantikan Kevin Keegan yang mendapatkan kontrak dengan durasi tiga tahun.

Data dan Fakta Manchester City di musim 2000 - 2001

Hasil: 38 main (8 menang, 10 imbang, 20 kalah)
Top skor: Paulo Wanchope (9 gol)
Paling sering tampil: Steve Howey (36 laga)
Transfer paling mahal: Paulo Wanchope (3,6 juta pounds dari West Ham)
Penjualan termahal: Robert Taylor (1,5 juta pounds dari Wolves)

Skuat Inti Manchester City 2000 - 2001

Penjaga gawang: Nicky Weaver
Bek: Laurent Charvet, Steve Howay, Richard Dunne, Danny Granville
Gelandang: Danny Tiatto, Gerara Wiekens, Alf-Inge Haaland, Jeff Whitley
Penyerang: Shaun Goater, Paulo Wanchope

0 Response to "Sebelum kejayaan Manchester City dimulai!"

Post a Comment


sbobetasia88 infoasia88

Sbobetasia88 merupakan salah satu situs dari agen judi bola online terdepan saat ini yang melayani para pemain dari Indonesia.

Agen Infoasia88 Sbobetasia88 menyediakan layanan pembuatan akun SBOBET dan IBCbet MAXbet berikut dengan akun di beberapa situs permainan online paling populer seperti Live Casino SBOBET dan bola tangkas.

Semua permainan yang disediakan oleh Infoasia88 adalah permaianan yang dapat di akses semua perangkat mulai dari komputer, smartphone hingga komputer tablet. Permainan tersebut juga tersedia 24 jam setiap hari nya sehingga anda dapat memainkan permainan atau game online ini kapan saja dan darimana saja.

Sebagai pendukung layanan ini, Situs InfoAsia88 atau Sbobetasia88 menyediakan berbagai fitur yang memudahkan terutama kemudahan dalam menghubungi pihak Sbobetasia88 melalui layanan CS 24 jam yang dapat dihubungi melalui fitur Livechat ataupun beberapa platform yang disediakan seperti LINE dan WhatsApp.

Selain layanan CS 24 jam, proses transaksi pada agen SBOBET - IBCbet Maxbet ini juga dapat dilakukan 24 jam melalui pilihan bank yang disediakan seperti BCA, BRI, BNI dan MANDIRI.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel